Hutang Baik mendatangkan kemakmuran bagi anda
Artikel oleh Arif Himawan K
SoeraBaia Consulting Group
Hutang Baik mendatangkan kemakmuran bagi anda, sedangkan hutang jelek akan mendatangkan kesengsaraan.
“Hutang Baik” terjadi bila anda berhutang tapi orang lain yang membayar hutang tersebut. Sebaliknya “Hutang Jelek” terjadi bila anda yang berhutang dan anda pula yang harus membayar hutang tersebut.
Kabar baik nya disini adalah.. bahwa “Hutang Jelek” juga bisa diubah menjadi “Hutang Baik” dengan kata lain semua orang sesungguhnya mampu mengubah hutang menjadi Kekayaan
Seorang pengusaha wartel dan voucher elektronik dari Surabaya berhasil membangun usahanya dengan modal pinjaman Rp 15 Juta Rupiah, Setelah 1,5 tahun ditekuni, omzet usaha tersebut sudah mencapai Rp 180 Juta setahunnya. Saat Ini sebagian pinjaman modal dari saudara dan temannya sudah dapat dikembalikan.
Seorang pengusaha wanita dari Surabaya berhasil membangun usaha perdagangan garmen juga dengan modal pinjama para relasi dan keluarga. Setelah 6 tahun ditekuni, omzet usaha tersebut sudah mencapai 5 milyar per tahunnya. Saat ini sebagian pinjaman juga telah dapat dikembalikan
Seorang pengusaha property yang memiliki modal awal Rp 150 Juta hasil pinjaman dari relasi dan keluarga bisa mencapai omset Rp 64 Milyar per tahunnya, padahal dia sempat merugi dengan hutang yang belum terbayarkan, namun dia bertahan dan mengupayakan dari dana yang masih ada untuk bangkit membayar hutangnya dengan berdiversifikasi di usaha lain untuk mencari pemasukan, alhasil seakarang dia telah dapat kembali seperti semula bahkan dengan omset dari propertinya yang melebihi 100 milyar pertahun
Walau belum banyak yang mengetahui apalagi memahami dan mampi mempraktekkannya, sesungguhnya ada banyak cara untuk mengubah hutang menjadi kekayaan, Donald Trump Si Raja Properti adalah contoh kongkrit nya bagaimana dia bangkrut di tahun 1990an, dengan hutang USD $3 Milyar dan deficit kekayaan sampai USD$300 Juta, Namun dengan asset dan dana yang masih ada, Donald Trump bisa menyulap hutang hutang nya menjadi pemasukan yang akhirnya bisa membuat dia bangkit dan berjaya kembali hingga sekarang.
Secara Ringkas, ada 5 Langkah untuk mengubah hutang menjadi kekayaaan:
1. Berlaku Jujur terhadap kondisi keuangan anda.
2. Alokasikan 10% dari penghasilan kotor untuk membangun asset bisnis anda, Bila anda melalukan hal ini maka semakin cepat anda keluar dari hutang, Konsep ini biasa disebut “Pay Yourself First” alias bayar anda sendiri dahulu.
3. Alokasikan 10% dari penghasilan kotor untuk kegiatan social. Bahkan dalam keadaan hutan pun anda harus biasakan tetap melakukan kegiatan social
4. Alokasikan 10% ~ 30% dari penghasilan kotor untuk cicilan hutang. Awalnya cicilan ini akan menimbulkan protes dari para kreditur anda pastinya, namun dengan anda menjelaskan rencana penyelesaian hutang anda, para kreditur pasti akan mengerti dan menyetujui langkah anda
5. Alokasikan maksimal hanya 15% ~ 30% dari penghasilan kotor untuk memenuhi kepentingan pribadi anda, jangan terlalu flamboyant Karena toh anda masih dalam posisi berhutang
6. Senantiasa mencari kemungkinan kesempatan bisnis lain, dan gunakan dana yang masih ada untuk mencoba menghasilkan dari hal baru demi pemasukan guna pembayaran hutang anda
